Monday, December 14, 2009

Izinkan Aku Menciummu Bu

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku 'dipaksa' membantunya memasak di pagi buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun. Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengizinkanku bermain sebelum semua pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua. Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu.

Sesekali kulihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Aku tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu.Yang penting aku senang ia menungguiku sampai bel berbunyi.

Kini, setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama teman-teman, bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah. Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah tangga.Di usiaku yang menanjak remaja, aku sering merasa malu berjalan bersamanya.Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu-dua meter didepannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi. Aku semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang mampu meraih gelar sarjananya. Meski Ibu bukan orang berpendidikan, tapi do'a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah kuraih. Tanpamu Ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, ia juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjenguk nya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang baik dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku pada Ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu Ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.

Pilihan Cinta

Terkadang kita mendapatkan cinta yang terduga, dengan cara mencintai orang yang sangat berbeda satu sama lain.. ada yang ingin memiliki, ada yg cukup hanya melihat dari jauh, ada pula yang ingin membuat cintanya bahagia... apapun itu, memang itulah cinta....
Bagaimanapun kau mencintai, memang itulah hak yang kau miliki... Hanya satu hal yang perlu diingat...renungkan dan pikirkanlah..
Apakah caramu mencintai, adalah yang terbaik bagi yang kau cintai? Sebelum kau berkata "inilah yang terbaik yang bisa kulakukan." atau kau berpikir "aku melakukan semua ini untuk dan demi dia ?"
Jangan kau pertaruhkan cinta dan perasaanmu Untuk suatu pikiran yang sombong dan sok tau Dimana terkadang kau akan mendapatkan akibat penyesalan Yang menyakitkan dan menyesakkan dada
Bila kau bicara tentang perjuangan cinta Jangan pernah membandingkan perjuanganmu dengan yang lain.. Boleh saja kau melihatnya sebagai contoh Namun jangan melihatnya sebagai patokan. Karena perjuanganmu, adalah perjuanganmu.. Ceritamu adalah ceritamu...
Kau akan merasa lebih berharga Ketika kau telah menyelesaikan satu bab lagi dalam buku kehidupanmu Apapun hasil cintamu, Anggaplah sebagai satu lagi pengalaman hidup yang kau punya Entah yang mengalir air mata bahagia, atau tetesan penderitaan, Paling tidak, kau mendapat satu warna lagi di kehidupanmu..
Jangan pernah ragu untul menangis, nikmatilah penyesalan, Karena hidup ini memang hasil dari pilihanmu sendiri... Air mata, bagaimanapun bentuknya...Mencerminkan ketulusan jiwa yang sangat berharga... Tiap tetesan seharusnya mencerminkan kejujuran yang tiada tara...
Maka jangan pernah kau remehkan air mata.. Karena ada saatnya dia kau butuhkan untuk melanjutkan hidup...
Indahnya hidup, Bukan didasarkan pada berapa banyak kebahagiaan yang kau raih Atau berapa banyaknya pengalaman mencengangkan yang kau punya Indahnya hidup, Adalah dimana kau merasakan dan bisa menghargai apa yang ada...Mencoba meraih apa yang bisa dan ingin kau raih...
Melangkah di tiap-tiap cobaan dengan tabah Dan bila kau beruntung, Mendapatkan apa yang dinamakan cinta dan ketulusan sejati dalan hidup....
dari milis motivasi

Wednesday, November 4, 2009

MUHASABAH


Pantaskah aku ini
Jadi penghuni surga
Sedangkan ku banyak dosa

Oh ya Tuhanku
Ku bersujud pada-Mu
Terimalah tobatku

Tlah banyak dosa
Ku lakukan di dunia
Mampukah membayarnya

Aku pun mengakui
Nafsu dunia menguasai
Dan setan jadi teman
Sepanjang hidupku
Hancurkanku

Oh ya Tuhanku
Ku bersujud pada-Mu
Terimalah tobatku

Dan jika nanti
Aku mati
Ku tak mau
Jadi penghuni
Yang hina di nerakamu

Oh ya Tuhanku
Ku bersujud pada-Mu
Terimalah tobatku

Tuesday, November 3, 2009

Cara Allah memberi kita kesempatan untuk memperbaiki kesalahan



Pernah gak merasa, ketika baru saja melakukan kesalahan, tiba-tiba saja disekitar kita, kita temukan ada orang lain yang membutuhkan pertolongan... Mungkin itulah cara Allah memberi kesempatan untuk menebus kesalahan yang baru kita lakukan.

"Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya."
(HR. At-Tirmidzi)

Monday, November 2, 2009

PERENUNGAN DIRI MANUSIA


laut berdoa,
tujuh samudra, seluruhnya, angkat bicara
ya Tuhan Raja Diraja, perkenankan kami meluapkan air kami
untuk menenggelamkan seluruh permukaan bumi
kami akan bungkus planet yang makin berbau busuk ini dengan banjir total
kami akan lumatkan kota-kota dan seluruh tempat tinggal manusia
kami akan bikin mereka megap-megap, memekik-mekik,
kehabisan tenaga untuk berenang dan gagal untuk coba-coba menyelamatkan diri
ya Tuhan Raja Diraja, kami akan bikin kehidupan mereka luluh lantak!

para malaikat kaget bukan buatan mendengarnya,
kenapa? kenapa? mereka bertanya
dan laut menjawab,
bukankah memang itu yang manusia kehendaki
kalian para malaiakat telah mengetahui bahkan sejak sebelum manusia pertama diciptakan
tapi kalian terlalu sabar, dan mungkin agak bodoh
dari Tuhan kalian memperoleh jatah kesabaran yang berlebihan
itu tidak wajar

para malaikat mengepakkan sayapnya tinggi-tinggi : wahai samudra
yang dipilih Allah untuk mengajarkan ilmu semangat, kalian ini omong apa?
manusia memande keris untuk mereka tikamkan ke jantung mereka
sendiri perlahan-lahan, untuk apa?
apakah kematian sedemikian memerlukan estetika?
memerlukan beribu seminar untuk merundingkan bagaimana cara yang menarik untuk mati, memerlukan sekian banyak biaya, ilmu dan teknologi serta berbagai kerepotan sosial?
ya Tuhan raja Diraja, begitu tolol cara manusia mementaskan ketololan
perkenankan kami menenggelamkan kehidupan mereka sekarang juga

malaikat menggeleng-gelengkan kepala, tapi belum sempat mereka meneruskan
pertanyaan, terdengar gunung-gunung pun berdoa.....

.....
para malaikat menggeleng-gelengkan kepala, tapi belum sempat mereka meneruskan pertanyaan, terdengar gunung-gunung pun berdoa
Ya Tuhan Maha Adi KUasa, izinkan kami meledak, izinkan kami meletus,
menumpahkan batu-batu panas ke segala penjuru,
bagai seribu naga berlidah api yang mengangakan mulutnya,
menyerbu pasar-pasar, bangunan-bangunan pemerintahan,
serta menumbangkan rumah-rumah ibadah yang dipalsukan
Ya Tuhan Maha Adi Kuasa, izinkan telinga kami memperoleh kelegaan,
dengan mendengar jutaan manusia menjerit-jerit dengan wajah pucat pasi,
berlari ke sana ke mari, dan bertabrakan satu sama lain,
izinkan mata kami menyaksikan naga-naga membelit dan meremukan tulang belulang mereka,
dan apabila ada di antara manusia yang coba lari menghindar,
ekor naga-naga kami akan mencambuk,
seribu orang terlempar oleh satu kali cambukan.

kalian ini dihinggapi penyakit jiwa macam apa?
para malaikat hampir membentakkan suaranya
aku tak sabar lagi! jawab gunung-gunung
sedangkan seluruh hamparan alam ini bersujud kepada Tuhan,
tapi manusia saling menyakiti satu sama lain
sedangkan planet dan bintang-bintang bertasbih,
tapi manusia sibuk merampok dan menindas,
sedang air bergemericik melantunkan melodi-melodi pemujaan,
tapi manusia merampas waktu untuk monopoli dan menghimpun batu-batu berhala,
sedangkan katak dan jangkerik paham ekosistem,
tapi manusia merusak tradisi hukum penciptaan,
sedangkan angin mengelus pepohonan, meniupkan seruling cinta dan sembahyang,
tapi manusia menghabiskan biaya untuk makin gagal memahami diri mereka sendiri,
untuk terus salah sangka terhadap kehidupan,

dan tiba-tiba terdengar suara pepohonan,
tingkah manusia membuat sembahyangku tidak khusyuk
aku ingin tumbang menimpa rumah-rumah mereka,

terdengar pula burung-burung mengumandangkan suara,
kamilah burung-burung, yang terbuat dari kata-kata yang diucapkan manusia
satu kata yang dilontarkan menjelma seekor burung,
berjuta-juta kata yang setiap hari memuncrat dari mulut manusia,
menjelma jadi berjuta-juta burung yang memenuhi angkasa,
kamilah burung-burung, kamilah berjuta-juta burung yang kelaparan,
yang dibiarkan kelaparan, karena tak dihidupi oleh kejujuran perbuatan manusia,
kamilah berjuta-juta burung yang tak terbentuk,
yang kepala kami dijadikan kaki, kaki kami dijadikan paruh,
paruh kami tanggal dan berjatuhan ke ladang-ladang kering,
kamilah berjuta-juta burung yang disamarkan,
dibolak-balik, dikhianati dan kehilangan makna,


Ya Tuhan sang Pemenuh Janji,
perbolehkan kami sekarang menagih hutang kepada manusia,
kami akan memenuhi angkasa, kami akan melingkari bumi dengan tubuh dan sayap-sayap kami,
kami akan taburi langit dengan menjadikan diri kami awan gelap
yang mengirimkan cahaya kembali kepada matahari,
kami akan bikin manusia tak tersentuh lagi oleh cahaya
sehingga sempurnalah kegelapan yang mereka rancang dan rekayasa sendiri,
kemudian kami akan kirim sebagian kami untuk turun ke bumi,
menerpa setiap manusia, mematuk kening mereka,
mencabik-cabik daging mereka, kemudian kami paksa mereka
mencucup darah mereka sendiri yang mengucur,

dan kemudian.........

.......
kemudian beribu-ribu suara terdengar bersahutan
seribu doa meluncur, melesat ke tepian jagat
matahari berdoa tentang kebutaan hati
rembulan berdoa tentang keperawanan
siang berdoa tentang kerakusan
malam berdoa tentang kemaksiatan
udara berdoa tentang pencemaran
sungai berdoa tentang kotoran
ruang berdoa tentang monopoli
waktu berdoa tentang penjara
logam berdoa tentang peluru
api berdoa tentang mesiu
doa-doa tak terkatakan
doa-doa tak terumuskan
doa-doa bertabur, berdesing, bergulung-gulung
doa-doa menampar langit
doa-doa hampir menjatuhkan bintang-bintang
Dan jibril, jibril, terbang dari `Arsy
menangkap semua itu
menggenggamnya menjadi sunyi

kemudian Tuhan berkata
meskipun tak setitik benda atau kehampaanpun mengetahui dari mana dilontarkan

kemudian Tuhan berkata
meskipun tak seserpih suara atau kesunyianpun mengerti apakah itu suara
atau bukan suara

diamlah kalian
karena AKU paham
kalian tidak

laut, gunung-gunung
debu dan angin berdesir
bintang beredar dan mengalirnya air
KU sabda untuk menjalin cinta
namun tidak untuk memahaminya

manusia adalah masterpiece ciptaanKU
kalian tak kuberi kemungkinan untuk menakar betapa artinya itu bagiKU
manusia adalah haru biru kekasihKU
yang KUunggulkan dan KU sayang sebagai kandungan emas dalam butiran-butiran debu
dengarkanlah, tentang hal itupun kalian semua tak KU beri ilmu

kalian seribu samudra seribu laut akan menguap
mengering oleh panas api cintaKU kepada makhlukKu yang bernama manusia
kalian bijih besi baja segala logam akan meleleh jika KU perdengarkan
senandung cintaKU kepada mereka
sungai mengalirlah
danau heninglah
udara bertiuplah
pepohonan bersujudlah
gunung-gunung bersedekaplah
bintang beredarlah dan langit tunduklah
agar cintaKU kepada kekasih unggulKU tak menjelma menjadi amarah
yang tak akan sanggup kalian tampung dan mengerti

kalian alam benda, alam nabati dan hayawani tak KU beri hak untuk marah
kalian semua yang menghuni wilayah kerendahan hati langit-langitKU
tak KU warisi kewenangan untuk mengubah dan membekukan
untuk mempercepat atau memperlambat
untuk menghancurkan atau membangun
kemerdekaan semacam itu hanya KUpinjamkan sebagian kepada manusia kekasih unggulKU

kalian alam langit bawah tak memerlukan kesabaran
untuk bersabar menampung polah tingkah kekasihKU
karena kalian adalah persemayaman kesabaran itu sendiri
yang menunggu manusia menyusunya dari puting kalian
kalian adalah jagat sujud itu sendiri di mana manusia bercermin untuk belajar tahu diri
kalian adalah salah satu negeri ilmuku di mana manusia meniti dan menyerap tanda-tandaKU
untuk menyuapi kelaparan pengetahuan mereka

kalian menyaksikan manusia kehilangan budi di puncak akal budinya,
tenanglah
kalian menyaksikan manusia disakiti oleh kegagahan ilmu dan kesehatnnya,
tenanglah
kalian menyaksikan manusia terbodoh-bodoh di ufuk jauh pengetahuannya,
tenanglah
kalian menyaksikan manusia menata batu bata kehancuran di hari-hari gegap gempita pembangunannya,
tenanglah
diamlah

kalian tak akan tahu betapa AKU menyayangi mereka
dan apabila kalianlah yang dulu menciptakan manusia,
niscaya akan sedemikian besar pula cinta kalian kepada mereka
bahkan cinta kalian akan sedemikian buta,
sehingga gerak tangan kalian akan mempercepat kehancuran hidup mereka

selesai...............................................................


=Allah telah sedemikian rupa menundukan alam semesta untuk manusia dan demikian santun kepada manusia..penuh cinta..kemurahan..rahmat....hingga terkadang tak ada kata yang sanggup mewakili berapa banyak pemberianNYA yang telah kita terima dari sejak kita lahir hingga detik ini.
Kita juga tahu tak ada apapun pemberian kita padaNYA yang akan sanggup membalas pemberianNYA yang sekecil apapun...tak ada...tak ada sama sekali.
Yang bisa kita lakukan hanya terus belajar dan belajar mencintaiNYA..dengan sepenuh jiwa..segenap raga..sampai akhir hayat kita.........

duuuuuhhh.....bahkan terkadang aku juga bingung bagaimana memulai belajar mencintaiNYA......
ketika dunia dan hari-hari sedemikian melalaikan.....
ketika nafsu masih saja berdiri kokoh dalam dada
ketika kemalasan dan keluh kesah melupakan tekad belajar itu
padahal entah berapa waktu lagi yang masih dimiliki
sahabat, bantu saya
genggam tangan saya selama perjalanan
jangan dilepaskan

** sebuah catatan lama **
by ayu in sebaris kata

BELAJARLAH SEUMUR HIDUP ANDA


Bila anda menganggap bahwa anda sudah tak perlu lagi belajar selepas meraih ijazah sekolah, maka anda salah besar. Dunia sedang berjalan semakin cepat. Manusia bekerja semakin baik. Persoalan yang muncul semakin rumit. Anda memerlukan ketrampilan-ketrampilan baru. Bukan hanya sebagai alat untuk meraih kemajuan. Namun untuk berada di tempat, anda dituntut untuk tahu bagaimana menjaga posisi. Karena itu, jangan berhenti belajar. Pelajarilah hal-hal baru dengan penuh antusias. Belajar berarti membuka diri anda pada dunia yang maha luas ini. Belajar mengingatkan, sesungguhnya anda tak mungkin tahu semua jawaban. Belajar mengajarkan pelajaran terpenting dalam hidup, yaitu kerendahan hati untuk bertanya.

Memang benar, sarang burung Manyar tak mengalami perubahan sejak beabad-abad lalu. Mungkin, hingga berabad-abad ke depan. Juga benar, ikan Salmon mungkin takkan mengubah perjalanannya ke sungai air tawar untuk meletakkan telur-telur mereka. Namun, kehidupan manusia selalu berubah. Bukan hanya dari tahun ke tahun, atau dari bulan ke bulan. Tetapi, dari hari ke hari.
Manusia akan menemukan cara-cara terbaik bagi hidup mereka. Rahasia alam ini terlalu Maha Besar untuk dimengerti dalam seumur yang fana ini. Anda tidak harus mengetahui semua jawaban. Namun, anda harus berusaha tahu apa yang terbaik bagi hidup anda. Untuk itu anda harus belajar. Seumur hidup anda.

sumber:Chicken Soup for The BlueFame's Soul

JANGAN BERHENTI, ATAU MATI...!!


Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa kita tak akan pernah bisa berhenti.
Anda hanya perlu menyadari itu. Meski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak anda mengelilingi matahari. Maka, bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberikan kepuasan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari anda.

Air yang tak bergerak lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih cepat macet. Mesin yang tak pernah dinyalakan lebih cepat berkarat. Kaki
yang tak pernah berolahraga lebih cepat terkena rematik. Hanya perkakas yang jarang digunakanlah yang kita simpan dalam laci berdebu.
Alam telah mengajarkan kunci kebahagiaan anda. Jangan berhenti untuk bergerak meraih keberhasilan anda, atau anda akan lebih cepat tua dan tak berguna..


sumber :BlueFame Pustaka > Chicken Soup for The BlueFame's Soul