Wednesday, December 15, 2010

KISAH SIMULASI SYUKUR

Sebuah toko satu-satunya di dunia yang menjual “Anak” baru saja dibuka di kota Jakarta. Dimana pasangan muda yang baru saja menikah dapat memilih anak-anak yang mereka inginkan di toko ini.. Toko ini terdiri dari 6 lantai dan berada di jantung kota Jakarta.

Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk toko ANAK ini, terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut. "Kamu hanya dapat mengunjungi TOKO INI SATU KALI SAJA seumur hidupmu dan juga hanya dapat mengunjungi tiap LANTAI SATU KALI saja.

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan calon anak yang bisa dipilih. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai anak tersebut. Tapi ingat dan hati-hati karena di dalamnya ada JEBAKAN.

Kamu dapat memilih anak di lantai tertentu atau mungkin lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan satu syarat bahwa setelah kamu tinggalkan lantai tersebut maka kamu tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk turun keluar dari toko melalui tangga darurat yang ada di samping gedung.

Untuk membeli satu atau beberapa anak di sini tidak perlu membayar dengan Uang, cukup kamu bayar dengan Rasa Syukur dan Ucapan Terimakasih. Maka anak yang kamu pilih bisa langsung kamu bawa pulang.

Setelah 3 tahun berselang, datanglah sepasang orang tua yang belum juga memiliki anak pergi ke “TOKO ANAK" tersebut untuk mencari calon anak yang didambakannya.

Setelah memahami semua aturan mainnya, maka segeralah pasangan orang tua ini menaiki lantai Pertama.

Di lantai Pertama terdapat tulisan seperti ini :
Ini Lantai Pertama : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat dan sempurna tanpa cacad sedikitpun.
Pasangan Orang tua tersebut tersenyum sambil sedikit melirik, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai Kedua terdapat tulisan seperti ini :
Ini Lantai Dua : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat, sempurna dan penurut.
Kembali Pasangan Muda itu melirik kearah anak-anak tersebut, berhenti sejenak dan tersenyum lalu segera naik ke lantai selanjutnya dengan penuh harap.

Di lantai Ketiga terdapat tulisan seperti ini :
Ini Lantai Tiga : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat, sempurna penurut dan cerdas.

Wow..inilah yang aku cari pikirnya dalam bathin, tetapi hatinya masih penasaran dan ingin mendapatkan yang lebih baik lagi. Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan

Ini Lantai empat : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat, sempurna, penurut, cerdas, rajin membantu orang tua dan cakep-cakep.

Ya ampun ! Mereka berseru, Kami hampir tak percaya ! Tapi hati mereka berkata, mengapa aku tidak cari yang lebih baik lagi dari mereka semua..? Hingga akhirnya dia memutuskan untuk melanjutkan naik ke lantai 5 dan di lantai lima terdapat tulisan seperti ini :

Ini Lantai Lima : Anak-anak di lantai ini semuanya sehat, sempurna, penurut, cerdas, rajin membantu orang tua, cakep-cakep, menyenangkan, prilakunya ramah dan santun tapi semuanya perempuan.

Pasangan ini berhenti sejenak tertegun memandangi anak-anak tersebut, tapi hati mereka tergoda untuk berpikir, "mengapa aku tidak cari yang PALING SEMPURNA dari mereka semua dan mestinya ada anak laki-lakinya dong ?" Bisik sang suami pada istrinya.

Kemudian dengan penuh harap pasangan muda ini melangkah kembali menuju lantai 6 dan disini terdapat tulisan seperti ini :

Ini Lantai Enam : Anda adalah pengunjung yang ke 7.363.713. Tidak ada satupun anak laki-laki atau perempuan di lantai ini.Lantai ini hanya semata-mata bukti bahwa manusia tidak pernah bersyukur dan berterima kasih akan apa yang telah diterimanya.

Kami ucapakan Terima kasih telah berbelanja di toko kami. Hati-hati ketika keluar dari toko ini melalui tangga darurat dan semoga anda tetap bisa bersyukur meskipun anda tidak berhasil mendapatkan seorang anakpun untuk menghiasi kebahagiaan hidup anda berdua.


TTD


Orang Cantik
PIMPINAN TOKO

KISAH TUKANG AIR DAN TEMPAYAN

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar. Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak. Sedangkan tempayan yang satunya lagi tidak.

Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan yg retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidak-sempurnaannya, dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."

"Kenapa?" tanya si tukang air. "Kenapa kamu merasa malu?"

"Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu, saya telah membuatmu rugi." kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak. Dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan. Dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan. Dan itu membuatnya sedikit terhibur.

Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu, tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan cacadmu, dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu. Dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."

Wednesday, December 1, 2010

[KiSaHKeHiDuPaN]

Kisah Seekor Kerang


Malam ini angin berhembus lembut, permukaan laut tenang , ada sedikit cahaya rembulan menerobos masuk ke dasar laut dimana seekor kerang sedang duduk menikmati suasana temaram dan tenang. Gelombang lembut di dasar laut sana membawa pasir-pasir menari mengikuti arus bermain. 
Sebutir pasir masuk kedalam tubuh kerang, membuat sang kerang kaget. Heiii, siapakah kau gerangan, sang kerang bertanya. Aku adalah pasir, gelombang lautlah yang membawa aku ketempatmu. Siapakah kau ? tanya sang pasir. Aku kerang, penghuni dasar lautan ini. 
Demikianlah perkenalan sang kerang dengan butir pasir tersebut. Perkenalan  tersebut  pada awalnya hampa rasanya, mungkin hanya ibarat sebutir  pasir  besarnya.  Sampai  suatu  saat,  sang dewi rembulan melihat persahabatan  yang hampa tersebut. Sang dewi berkata, wahai kerang tidakkah kau dapat lebih mencurahkan rasa persahabatan mu pada butir pasir lembut tersebut,  dia  begitu  kecil  dan  lembut. Mulai sekarang biar aku mengajarkan  bagaimana  rasa  persahabatan  itu agar hidupmu lebih berarti.
Dengan  lembut  sang dewi mengajarkan, tidak sia-sia apa yang diajakan sang dewi  rembulan,  persahabatan  antara sang kerang dengan butir pasir lembut tersebut  berbuah  hasil.  Ada  canda,  ada  tawa,  mereka berbagi masalah. Persahabatan  itu telah merubah butir pasir lembut tersebut menjadi sebutir mutiara  muda  yang  berwarna putih. Warna putih tersebut merupakan warisan sang dewi rembulan kepada mereka. Disuatu siang yang terik , pada saat mereka sedang berbagi rasa di  dasar laut  yang  berselimut  pasir  putih. Tiba-tiba mereka mendengar seruan..
hai sahabat, apa yang sedang kalian lakukan ? 
Sang kerang menjawab "siapakah engkau gerangan ? "Wahai  kerang  tidakkah  engkau  mengenali  aku  ? aku Surya, dewa penguasa matahari   yang   menyinari   seluruh  bumi  di  siang  hari.  Aku melihat persahabatan  mu  dan  mutiara muda itu tulus sekali. Sang kerang menjawab, itu  merupakan  hasil  didikan  dewi  rembulan  yang lembut dan penuh cinta kasih. " Kalau begitu, biar aku lengkapi ajaran sang dewi, biar aku ajarkan kepada kalian tentang hangatnya cinta", jawab sang matahari.
Seiring  terbit  dan  tenggelamnya  mentari,  sang  raja  surya memupuk sang kerang dan mutiara muda dengan perasaan cinta. Jatuh cintalah sang kerang  dengan  mutiara  muda  itu. Mutiara muda itu sekarang menjadi sebutir  mutiara  putih bersih dan berkilau mewarisi sifat sang dewa surya,
dan dibalut dengan cinta sang kerang, indah sekali.
Hidup  sang  kerang  dan  butir mutiara itu indah sekali, cinta mereka tulus,  berbagai  duka,  suka  ,  mereka  lalui  bersama. Tidak ada hari-hari seindah hari-hari yang mereka lalui.
Suatu  hari  seekor  ikan  yang lewat berkata kepada sang butir mutiara  "wahai  mutiara elok, tahun depan Raja dari kerajaan di sebarang sana  akan mengadakan  pemilihan  mutiara  terindah, tidakkah kau tertarik untuk mengikutinya,  rupamu elok, aku yakin raja akan memilihmu" kata sang ikan
"Benarkah  begitu  ?"  tanya  sang  mutiara.  "Aku  akan menyampaikan kabar gembira ini pada sang kerang kekasihku ", sambung sang mutiara.  Mulai saat itu  sang  mutiara  rajin  mempercantik diri, sang kerang juga memberinya semangat  dan  dorongan.  Namun  sang  kerang  tidak menyadari, keinginan besar sang mutiara untuk menang telah merubah sikap sang mutiara.  Sampai suatu  hari  mutiara  tersebut  berkata  kepada sang kerang " wahai kekasihku  kerang,  perlombaan  itu  hampir  tiba saatnya, aku ingin keluar sebagai  pemenang,  aku ingin mencapai cita-citaku, adalah lebih baik mulai saat  ini  kau  menjadi  temanku  saja,  bukan  seorang  kekasih. Aku ingin mencurahkan seluruh perhatianku untuk lomba itu, aku tidak mau terganggu" .
Kata-kata tersebut melukai perasaan sang kerang, airmata jatuh "kenapa kau melakukan  ini  padaku,  aku  menyayangimu  dengan  segenap hatiku, tidakkah engkau tau perasaanku, aku memang tidak mudah mengungkapkan perasaanku, aku kaku laksana kulitku yang keras, tapi mengapa ?.. ?"
"Kerang  yang  baik,  untuk apa engkau menangis, aku akan tetap menjadi sahabatmu, aku tetap akan menjaga hubungan kita" kata sang mutiara
Akhirnya  tiba  waktu  perlombaan  tersebut, sang raja langsung jatuh  hati kepada butir mutiara tadi. "Inilah mutiara terindah yang pernah aku jumpai, aku  memilihnya"  kata  sang  raja. 
Akhirnya mutiara tersebut bersanding menjadi liontin sang raja. Setiap hari sang raja mengaguminya.
Sang  mutiara  telah  melupakan  sang kerang, sang mutiara asik melayani sang raja. Tinggallah sang kerang yang kembali duduk di keheningan di dasar laut  sana,  sepi, hampa  hidup  sang  kerang itu. Setiap hari ia menunggu sang  angin  menyampaikan kabar dari sang mutiara, satu hari, dua hari,seminggu tidak ada kabar dari sang mutiara.
"Biarlah  aku  menitip  pesanku pada sang angin untuk mutiaraku" pikir sangkerang.
"Wahai  angin,  sampaikan  rasa  rinduku  pada mutiaraku yang ada di negeri seberang  sana"  pekik sang kerang. Sang angin menyampaikan pesan tersebut.
Namun  apa  kata  sang mutiara indah " angin, sampaikan kepada sang kerang,
jangan  ganggu  aku,aku  sibuk sekali melayani sang raja,dan sampaikan juga padanya untuk mencari mutiara lain saja".
Kabar  ini  membuat sang kerang sedih, namun dalam kesedihannya rasa sayang sang  kerang  terhadap  sang  mutiara  mengalahkan rasa kecewanya, ia tetap berdoa pada Ilahi agar sang mutiara berbahagia.

Nah  sahabat  dalam  kehidupan  nyata ini banyak persahabatan yang berakhir dengan sebuah hubungan cinta, jika kedua belah pihak punya komitmen,dan mau menanggung  duka  dan  suka bersama-sama, hubungan itu bisa berakhir dengan sebuah  jenjang  pernikahan  yang  suci.  
Namun  bisa  juga  percintaan itu berakhir dengan sebuah permusuhan yang mengakibatkan kedua belah pihak atau salah satunya terluka, kalaupun cinta itu dapat berakhir lagi dengan sebuah persahabatan, percayalah rasa persahabatan itu akan lain, akan hambar. 
Luka dari  cinta  itu  Cuma  bisa  disembuhkan  oleh  waktu. Apakah anda memilih menjadi kerang tersebut atau mutiara indah tersebut ? Terserah anda.

Kirimkan  cerita  ini  pada orang-orang yang kamu anggap sahabat, kekasih ,
atau  orang-orang  yang  kamu  anggap berarti dalam hidupmu , hanya sebagai
sebuah bahan renungan.